Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kepulauan Seribu, menggelar Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) secara daring.
Sosialisasi yang mengusung tema ‘Yuk, Lindungi Buah Hati: Kenali Modus Lowongan Kerja Palsu dan Bahaya TPPO’, bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat, agar mampu mengenali dan mengantisipasi berbagai bentuk perdagangan orang sejak dini.
Kepala Sudin PPAPP Kepulauan Seribu, Simon Baginda Pardomuan Panjaitan mengatakan, kewaspadaan terhadap TPPO perlu ditingkatkan mengingat modus kejahatan ini semakin beragam dan mulai memanfaatkan ruang digital untuk menjerat korban.
"Pelaku TPPO terus mengembangkan cara, termasuk melalui media sosial. Kita perlu membangun kewaspadaan bersama. Jangan mudah percaya pada tawaran pekerjaan yang menjanjikan keuntungan besar tanpa prosedur yang jelas dan legal," ujarnya, Selasa (04/08/2026).
Simon menjelaskan, setiap warga memiliki peran penting untuk melindungi keluarga dan lingkungannya. Ia berharap melalui edukasi ini, masyarakat tidak terjebak dalam bujuk rayu oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Kegiatan ini diikuti lebih dari seratus peserta yang terdiri dari kader Dasawisma, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat, Tim Penggerak PKK, pengelola RPTRA, serta tokoh masyarakat," tuturnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini, belum terdapat laporan kasus TPPO yang berasal dari wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu. Meski demikian, penguatan pengawasan tetap dilakukan, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan, remaja, dan calon pekerja migran.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi legalitas perusahaan penyalur tenaga kerja dan tidak memberikan dokumen pribadi kepada pihak yang tidak berwenang. Jika ada dugaan, segera laporkan melalui kanal-kanal resmi yang tersedia," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Lentera, Iwan Marbun, yang hadir sebagai narasumber menjelaskan, pelaku TPPO saat ini kerap menawarkan lowongan pekerjaan palsu dengan iming-iming gaji tinggi dan proses perekrutan yang instan untuk penempatan luar negeri.
"Masyarakat juga harus mewaspadai modus lain seperti penawaran beasiswa palsu, perkawinan pesanan, magang ilegal, hingga praktik love scam yang berujung pada eksploitasi," pungkasnya.
Selain Iwan, kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan PT Prima Duta Sejati, Joko Sinaga, untuk memberikan pemahaman mengenai prosedur penempatan tenaga kerja yang sah.