Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu, menggelar Pelatihan Pengelolaan Budidaya Perikanan yang Ramah Lingkungan dan Keramba Jaring Apung yang Produktif, Berkelanjutan, dan Bernilai Wisata di Pulau Pramuka.

Kegiatan ini diikuti lima puluh peserta yang terdiri dari Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan pelaku usaha ikan hias.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai dampak budidaya terhadap ekosistem, seperti potensi eutrofikasi dan pengelolaan sampah plastik dari aktivitas keramba jaring apung.

Peserta juga dibekali konsep pengembangan wisata budidaya atau eduwisata, dengan membuka kawasan keramba jaring apung sebagai destinasi edukasi bagi wisatawan.

Kasi Kelautan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha mengatakan, pelatihan ini bertujuan mendorong para pembudidaya untuk mengoptimalkan keramba jaring apung tidak hanya sebagai sarana produksi ikan, tetapi juga sebagai sumber pendapatan baru melalui kegiatan wisata.

"Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan nilai tambah keramba jaring apung. Selain menghasilkan ikan, kawasan budidaya juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi wisata edukasi maupun pemancingan sehingga pembudidaya memiliki sumber pendapatan tambahan saat masa pemeliharaan ikan berlangsung," ujarnya, Rabu (05/08/2026).

Ia menambahkan, pengembangan wisata budidaya memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), agen perjalanan wisata hingga perangkat daerah terkait agar potensi keramba jaring apung semakin dikenal wisatawan.

"Kami berharap terjalin sinergi dengan sektor pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sehingga wisata budidaya dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pesisir," katanya.

Usai pelatihan, Suku Dinas KPKP Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menyerahkan bantuan sarana budidaya kepada 39 orang berupa pakan ikan laut, serokan ikan, tabung oksigen, pompa dorong, dan freezer untuk mendukung produktivitas usaha budidaya.

Sementara itu, salah seorang peserta dari Pokdakan Ayu Bahari, Somad mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru dalam mengembangkan usaha budidaya yang lebih inovatif.

"Selama ini kami fokus pada produksi ikan hias. Setelah mengikuti pelatihan, kami mendapat pemahaman bahwa keramba maupun lokasi budidaya juga bisa dikembangkan menjadi wisata edukasi. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus menarik lebih banyak wisatawan datang ke Kepulauan Seribu," tandasnya.

Tercatat, pelatihan serupa juga telah dilaksanakan di Pulau Lancang dengan jumlah peserta yang sama.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pembudidaya perikanan di Kepulauan Seribu agar mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan sekaligus memiliki nilai tambah melalui sektor pariwisata.