Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu, menggelar Safari Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di SDN Pulau Untung Jawa 01 Pagi, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Kegiatan yang dibuka Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, turut dihadiri Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, serta SKPD/UKPD terkait.
“Jumlah paket yang dibagikan mencapai ribuan dan ini luar biasa. Namun, saya berpesan agar tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga memastikan kualitas asupan agar benar-benar memberikan manfaat gizi bagi anak-anak kita,” ujar Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, Rabu (12/08/2026).
Fadjar menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi perikanan yang melimpah di Kepulauan Seribu. Menurutnya, konsumsi ikan yang baik dapat mendukung pemenuhan gizi sekaligus tumbuh kembang anak.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan untuk dijual, tetapi turut menyisihkan sebagian untuk dikonsumsi keluarga.
“Potensi ikan di Kepulauan Seribu sangat besar. Kandungan protein dan omega-3 sangat baik untuk mendukung kecerdasan otak. Jangan sampai ikan hasil tangkapan dijual semua ke pelelangan, lalu pulang justru membeli mi instan,” katanya.
Fadjar menambahkan, perubahan pola pikir dan kebiasaan makan sehat perlu dilakukan secara masif dengan melibatkan sekolah, guru, serta unsur kelurahan.
“Pola pikir ini yang harus kita ubah secara masif melalui peran sekolah, guru, dan Pak Lurah agar generasi unggul dapat tercetak dari Kepulauan Seribu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati mengatakan, Safari Kampanye Gemarikan merupakan program tahunan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, tentang pentingnya mengonsumsi ikan untuk memenuhi kebutuhan gizi.
“Sasaran kegiatan ini adalah peserta didik tingkat PAUD dan SD. Total bantuan olahan ikan yang kami berikan sebanyak 2.555 porsi untuk pelajar di Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang,” terangnya.
Nurliati merinci, dari total tersebut, sebanyak 2.055 paket olahan ikan diberikan kepada anak-anak TK/PAUD, sedangkan 500 paket lainnya dibagikan kepada siswa Sekolah Dasar.
"Semoga program ini dapat mendorong kebiasaan mengonsumsi ikan sejak dini sehingga terbentuk generasi yang sehat, kuat, dan cerdas," harapannya.
Menanggapi hal ini, salah seorang murid, Muhamad Anwar (12), mengaku senang mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan kegiatan edukatif dan menghibur.
“Senang sekali bisa menyanyi bersama dan mendengarkan dongeng. Acaranya seru sekali. Kami juga dapat makanan olahan ikan yang enak. Terima kasih bapak dan ibu guru,” tandasnya.