Kabupaten Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Kesehatan menggelar Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim, yang diselenggarakan di Graha YKI, Jakarta, Jumat (14/08/2026).
Kegiatan yang melibatkan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dibuka secara langsung Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan.
Menurut Fadjar, deteksi dini merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan kesehatan perempuan. Dengan pemeriksaan secara berkala, kondisi kesehatan dapat diketahui sejak awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat. Ini adalah investasi penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup,” ujar Fadjar.
Fadjar mengajak seluruh perempuan di Kepulauan Seribu untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala tanpa harus menunggu munculnya keluhan atau gejala.
Ia juga meminta jajaran terkait memastikan adanya tindak lanjut bagi peserta yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis lebih lanjut.
“Saya berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Mari jadikan momentum ini untuk mewujudkan perempuan Kepulauan Seribu yang sehat, kuat, dan berdaya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, Gamal Ahmad Permana, menjelaskan kegiatan bertajuk Mutiara Sehat (Mulai Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara untuk Sehatkan Wanita Kepulauan Seribu) 2026 ini diikuti sekitar seratus peserta. Peserta terdiri atas ASN, kader PKK, Dasawisma, PJLP, hingga masyarakat umum.
“Dalam layanan gratis ini, peserta mendapatkan pemeriksaan IVA, pap smear, pemeriksaan payudara, dan USG menggunakan unit mobil dari YKPI,” jelasnya.
Gamal menambahkan, layanan ini juga salah satu upaya pencegahan penyakit tidak menular. Sehingga pemeriksaan deteksi dini penting dilakukan agar kanker dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang ke stadium lanjut.
“Jangan sampai kita baru mengetahui penyakit saat sudah parah. Kita cegah sejak awal melalui skrining ini,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Rini Mayasari (43), mengaku sangat terbantu dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. Menurutnya, kaum wanita sangat ini rentan terhadap kanker.
“Sebagai istri dan ibu, program ini sangat membantu agar kami bisa mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus khawatir soal biaya. Semoga kegiatan seperti ini terus ada agar kami semua selalu sehat,” pungkasnya.