Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan, telah memberikan dampak positif bagi masyarakat di Pulau Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Melalui Program Pendekar Sabira, akronim Pengembangan Usaha Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Laut Sabira Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES) terus mendorong kemandirian ekonomi perempuan.

Program yang telah berjalan sejak akhir 2023 tersebut telah melibatkan dua belas perempuan yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Ikan Asin Selar.

Lurah Pulau Harapan, Muhammad Nuralim, mengapresiasi pelaksanaan Program Pendekar Sabira yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok perempuan di Pulau Sabira.

“Kami sangat mengapresiasi program ini karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat. Tidak hanya bagaimana mengolah hasil perikanan, tetapi juga bagaimana mengelola usaha dengan menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual,” kata Nuralim, Jumat (14/08/2026).

Ia berharap pendampingan dan pengembangan usaha dapat terus dilakukan sehingga produk olahan hasil perikanan dari Pulau Sabira semakin berkembang dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kami berharap kelompok ini semakin mandiri, produknya semakin beragam dan memiliki nilai jual yang lebih baik. Dengan begitu, potensi perikanan lokal dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat Pulau Sabira,” ungkapnya.

Sementara itu, Head of Communication Relations and CID PHE OSES, Indra Darmawan mengatakan, Program Pendekar Sabira merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Potensi hasil perikanan di Pulau Sabira cukup besar. Melalui Program Pendekar Sabira, kami ingin mendorong kelompok perempuan tidak hanya menjual hasil tangkapan dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujar Indra.

Menurutnya, selama ini sebagian hasil perikanan Pulau Sabira masih diolah menjadi ikan asin dan kerupuk, sementara sebagian lainnya dijual langsung kepada tengkulak. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk melakukan diversifikasi produk dan meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan.

“PHE OSES juga menggelar Bimbingan Teknis  Kewirausahaan Pengolahan Produk Hasil Perikanan, diikuti dua belas anggota Poklahsar Ikan Asin Selar dengan menghadirkan narasumber Dr. Suryanti, S.Pi., M.Si. dari Pusat Standarisasi dan Sertifikasi Sumber Daya Manusia, Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai pentingnya kualitas bahan baku, inovasi produk, keamanan pangan, kemasan, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan hingga pemanfaatan pemasaran digital.

Menanggapi hal ini, salah satu warga Pulau Sabira, Bunga (45), mengaku mendapatkan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut, khususnya mengenai cara menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual produk.

“Selama ini kami lebih banyak menentukan harga berdasarkan perkiraan. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi tahu bagaimana menghitung biaya bahan, kemasan, tenaga dan biaya lainnya, sehingga bisa menentukan harga jual sekaligus mengetahui berapa keuntungan yang didapat,” ujar Bunga.

Ia berharap pelatihan dan pendampingan seperti ini dapat terus dilakukan sehingga kelompoknya semakin mampu mengembangkan produk olahan hasil laut yang lebih beragam.

“Kami berharap bisa membuat produk yang lebih banyak dan pemasarannya semakin luas. Mudah-mudahan usaha kelompok ini bisa berkembang dan membantu menambah penghasilan keluarga,” tandasnya.