Sejumlah anak penerima manfaat program Antheia Sedekah mendapat pendampingan psikologis untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pendampingan ini menjadi ruang bagi mereka untuk bercerita, mengenali potensi diri, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menentukan masa depan.
The Antheia Project bersama Yayasan Al-Qohhar, memberikan pendampingan psikologis untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Para pelajar penerima manfaat program Antheia Sedekah, yang telah menyelesaikan pendidikan menengah dan memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, menerima pendampingan secara langsung di wilayah Kepulauan Seribu, termasuk Pulau Kelapa dan Pulau Tidung.
Peserta pendamping mendapatkan kesempatan berdiskusi dengan psikolog mengenai rencana pendidikan, minat, potensi diri, hingga berbagai keraguan yang muncul ketika harus menentukan pilihan setelah lulus sekolah.
Co-Founder dan CEO The Antheia Project, Ruhani Nitiyudo mengatakan, program Antheia Sedekah tidak hanya berorientasi pada pemberian santunan, tetapi juga berupaya memastikan anak-anak penerima manfaat mendapatkan dukungan untuk membangun masa depan.
“Bantuan tidak seharusnya berhenti ketika santunan diberikan. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang kami dampingi juga memiliki kesempatan untuk tumbuh, mengenali potensinya dan berani memiliki cita-cita untuk masa depan,” ujar Ruhani, Kamis (20/08/2026).
Ia menegaskan, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Karena itu, pendampingan psikologis menjadi salah satu langkah untuk membantu anak lebih siap menghadapi proses tersebut.
Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah, mengapresiasi kepedulian The Antheia Project dan Yayasan Al-Qohhar, yang memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di wilayah kepulauan.
“Kami mengapresiasi perhatian dan kepedulian The Antheia Project kepada anak-anak di Pulau Kelapa. Pendampingan seperti ini sangat berarti, karena tidak hanya membantu dari sisi kebutuhan, tetapi juga memberikan motivasi dan kepercayaan diri kepada anak-anak untuk melanjutkan pendidikan,” kata Adriansyah.
Ia berharap dukungan semacam ini dapat terus dilakukan sehingga anak-anak di Kepulauan Seribu memiliki kesempatan yang semakin luas untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.
Sementara itu, salah seorang peserta dari Pulau Pramuka, Nia (18), mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Ia merasa lebih terbantu dalam melihat potensi diri dan menyusun rencana untuk melanjutkan pendidikan.
“Senang bisa ikut pendampingan ini. Kami bisa bercerita tentang apa yang kami rasakan dan mendapat masukan mengenai pendidikan serta rencana masa depan. Saya jadi lebih percaya diri untuk melanjutkan sekolah dan mengejar cita-cita,” ujar Nia.
Menurut Nia, pendampingan seperti ini penting bagi anak-anak yang sedang berada pada masa menentukan pilihan antara melanjutkan pendidikan atau mulai bekerja.
“Kadang kita masih bingung mau melanjutkan ke mana dan memilih bidang apa. Dengan adanya pendampingan ini, kami jadi punya gambaran dan motivasi untuk mempersiapkan diri,” katanya.
Bagi Nia dan peserta lainnya, kesempatan untuk mendapatkan pendampingan menjadi dorongan untuk tidak berhenti bermimpi setelah menyelesaikan sekolah.
“Harapannya kami bisa terus didukung dan diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Saya ingin membuktikan bahwa anak-anak dari Kepulauan Seribu juga bisa punya cita-cita dan meraih pendidikan yang tinggi,” pungkasnya.