Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Kepulauan Seribu, terus memperkuat pemenuhan hak sipil warga melalui inovasi Layanan Tanpa Batas Samudera (Lantas Samudera).

Program ini mengintegrasikan berbagai layanan lintas sektor untuk mengatasi kendala geografis dalam pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk).

Kepala Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu, Raditya Wirawan mengatakan, Lantas Samudera merupakan integrasi dari sejumlah inovasi yang telah berjalan, seperti Dukcapil Guru Tamu, Seribu Pulau Satu Data, dan Pagi Samudera.

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memperkuat infrastruktur teknologi dan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mewujudkan masyarakat yang tertib administrasi kependudukan.

“Melalui Lantas Samudera, kami memastikan tidak ada satu pun warga Kepulauan Seribu yang terhambat atau terabaikan hak sipilnya hanya karena kendala lautan,” ujarnya, Sabtu (22/08/2026).

Raditya menegaskan, inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan tidak terhambat kondisi geografis.

Ia menjelaskan, selama dua hari berturut-turut, tim Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu bersama Dinas Dukcapil DKI Jakarta melakukan monitoring di enam kelurahan dan loket pelayanan tingkat kabupaten.

“Kemarin kami telah menyambangi langsung Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Tidung, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, dan berakhir di pusat pemerintahan kabupaten di Pulau Pramuka,” terangnya.

Raditya mengimbau warga untuk aktif memanfaatkan layanan kependudukan, baik melalui loket resmi maupun layanan jemput bola. Seluruh layanan pengurusan dokumen kependudukan dipastikan gratis.

“Kami menjamin layanan kependudukan dan pencatatan sipil seluruhnya gratis. Jika dokumen persyaratan lengkap dan valid, petugas wajib menyelesaikan penerbitan dokumen dengan cepat sesuai kebutuhan warga,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Nurrahman, mengapresiasi kinerja jajaran Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu, karena layanan jemput bola ke sekolah-sekolah sangat penting untuk membentuk SDM yang tangguh dan tertib administrasi kependudukan sejak dini.

“Para siswa sangat antusias. Kami memberikan layanan mulai dari konsultasi kependudukan hingga perekaman KTP-el bagi siswa pemula serta guru di lingkungan sekolah,” ucapnya.

Nurrahman menambahkan, tantangan pelayanan di Kepulauan Seribu tidak hanya berkaitan dengan jarak dan kondisi geografis, tetapi juga risiko perjalanan laut yang membutuhkan perhitungan matang, termasuk biaya dan ketersediaan transportasi antar pulau.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim di lapangan yang terus berjuang menuntaskan tanggung jawabnya demi melayani warga,” pungkasnya.