PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai memetakan kebutuhan dan kondisi layanan transportasi laut di Kepulauan Seribu, sebagai bagian dari rencana pengembangan angkutan perairan.

Kegiatan pemetaan dilakukan dengan kunjungan jajaran direksi dan komisaris Transjakarta didampingi Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan ke Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan, Sabtu (22/08/2026)

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi dan menyerap aspirasi dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga terkait kebutuhan transportasi laut.

Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan, rencana pengembangan transportasi laut tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Kepulauan Seribu. 

"Pak Gubernur kita, Pak Pramono, beritikad baik untuk warga masyarakat yang ada di Kepulauan Seribu. Sebagai hadiah lima abad DKI Jakarta, salah satunya revitalisasi dan perbaikan terkait layanan transportasi laut," ujar Fadjar.

Menurutnya, selama ini masyarakat Kepulauan Seribu telah mendapatkan pelayanan transportasi laut dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Namun, ke depan diharapkan terdapat pemisahan fungsi regulator dan operator, dengan Transjakarta ditugaskan sebagai operator.

"Regulasinya masih ada di Dishub, akan tetapi operatornya ke depan harapannya bisa dipegang oleh Transjakarta," katanya.

Fadjar menambahkan, kebutuhan peningkatan pelayanan transportasi laut semakin penting karena masyarakat selama ini juga menggunakan kapal ojek dan layanan transportasi lainnya dengan biaya yang relatif tinggi.

"Memang di Kepulauan Seribu ini, yang selama ini dilayani oleh kapal-kapal ojek, bagi warga masyarakat ini biayanya sangat tinggi. Bahkan kalau weekend dan mau weekend, tiket ini juga jumlahnya sangat terbatas," jelasnya.

Ia berharap proses pemetaan yang dilakukan Transjakarta dapat menghasilkan solusi terbaik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing pulau.

"Harapannya nanti kita saling memberikan input dan masukan untuk pelayanan yang memang terbaik terkait transportasi laut yang ke depannya akan dikelola oleh Transjakarta," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, pihaknya telah mendapatkan mandat dan penugasan dari Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi operator angkutan perairan ke Kepulauan Seribu.

"Kami mendapatkan mandat dan juga penugasan dari Pak Gubernur untuk menjadi operator angkutan perairan ke Kepulauan Seribu," kata Welfizon.

Ia menjelaskan, kunjungan jajaran direksi dan komisaris Transjakarta ke Kepulauan Seribu dilakukan untuk memperkenalkan diri sekaligus mendapatkan arahan dari pemerintah daerah dan masukan langsung dari masyarakat.

"Kita nanti akan melayani warga yang sama. Kami mohon arahan dan juga petunjuk dari Pak Bupati untuk langkah-langkah kita ke depannya," tuturnya.

Welfizon menegaskan, kehadiran jajaran direksi dan komisaris Transjakarta dalam kunjungan tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan menjalankan penugasan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Hermawan, mengatakan pengembangan transportasi laut di Kepulauan Seribu membutuhkan penanganan yang berbeda dibandingkan transportasi darat.

"Selain melihat keberadaan sarana prasarana dan juga situasi kondisi di Kepulauan Seribu yang berbeda dengan darat, ini ada ciri khas yang unik dan memang perlu penanganan yang profesional," ujar Ujang.

Ia menyampaikan, Dinas Perhubungan selama ini terus berupaya meningkatkan pelayanan transportasi sekaligus sarana dan prasarana pendukung di Kepulauan Seribu, termasuk pelabuhan dan dermaga.

Menurutnya, dalam proses pengembangan ke depan, masukan dari masyarakat, tenaga ahli, serta pihak yang memahami karakteristik pelayanan transportasi perairan sangat dibutuhkan.

"Yang paling utama keselamatan transportasi. Di wilayah ini memang ada ciri khas tersendiri," katanya.