Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu, memantau keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat di enam pulau berpenduduk.

Pemantauan tersebut dilakukan dengan mengambil sampel pangan di wilayah Pulau Panggang, Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, dan Pulau Untung Jawa.
 
Kasi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Helena Simarmata mengatakan, kegiatan ini meliputi pengambilan sampel Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan Pangan Segar Asal Hewan (PSAH).

"Dalam upaya memastikan keamanan pangan bagi masyarakat Kepulauan Seribu, kami melaksanakan pengambilan sampel pangan secara serentak di enam pulau permukiman," ujar Helena, Senin (24/08/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak tujuh personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut dengan dukungan tiga awak Kapal Kerapu Macan. Berkat dukungan transportasi laut dan koordinasi tim, seluruh proses pengambilan sampel di enam pulau dapat diselesaikan dalam waktu dua hari.

"Setiap sampel ditangani, dikemas, dan diangkut secara hati-hati untuk mempertahankan kondisi sampel hingga tiba di laboratorium pengujian," katanya.

Helena menambahkan, setelah tiba di daratan Jakarta, seluruh sampel langsung dikirim ke Laboratorium PPSHP dan Pusyankeswannak Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting dilakukan untuk memastikan pangan yang beredar di wilayah Kepulauan Seribu memenuhi persyaratan keamanan dan layak dikonsumsi masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan keamanan pangan secara berkelanjutan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat Kepulauan Seribu aman dan memenuhi persyaratan yang berlaku," tandasnya.

Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim menyambut baik kegiatan pengawasan pangan yang dilakukan Sudin KPKP Kepulauan Seribu. Menurutnya, pemeriksaan sampel pangan menjadi langkah penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Kami sangat mendukung kegiatan pengambilan sampel pangan ini. Dengan adanya pemeriksaan, masyarakat bisa lebih yakin bahwa pangan yang beredar dan dikonsumsi sehari-hari aman," ujar Muslim.

Ia berharap kegiatan pengawasan dan pemeriksaan pangan dapat dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.

"Kami berharap pengawasan seperti ini terus dilakukan secara rutin. Selain memberikan perlindungan kepada masyarakat, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan," pungkasnya.