Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu, menggelar Kanvas Pelajar Kepulauan Seribu (KPKS) 2026 di Plaza Kabupaten, Pulau Pramuka, Sabtu, (29/08/2026).
Mengusung tema “Berkreasi Pulauku, Menyala Prestasiku”, kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kepulauan Seribu, untuk menampilkan kreativitas, mengembangkan keterampilan, serta meningkatkan prestasi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, mengapresiasi pelaksanaan KPKS yang mempertemukan pelajar dari berbagai pulau dalam satu ruang apresiasi dan ekspresi.
“Saya bersyukur bisa bersama anak-anak semua. Saya tanya Pak Tohari, kenapa acaranya di Pulau Pramuka? Karena nanti seluruh pulau kumpulnya di sini,” ujar Nahdiana.
Nahdiana menilai, kegiatan seperti KPKS penting untuk memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengaktualisasikan kemampuan dan kreativitasnya. Menurutnya, kesempatan untuk memperoleh apresiasi dan mengembangkan potensi harus diberikan secara setara kepada seluruh anak Jakarta.
“Kalau pulau ya pulau, memang faktanya secara geografis itu pulau. Tapi bicara kesempatan, peluang untuk memperoleh apresiasi dan mengaktualisasi, semuanya sama. Ini tidak boleh setiap kalimat dipilih anak pulau, anak darat, karena semuanya adalah anak Jakarta,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk menjamin akses pendidikan yang baik bagi seluruh anak Jakarta, serta mengapresiasi jajaran Sudin Pendidikan Kepulauan Seribu, para guru dan seluruh pihak yang telah memberikan ruang kepada pelajar untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Kegiatan ruang seni siswa yang mempertemukan pelajar dari berbagai pulau merupakan langkah positif untuk memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak Kepulauan Seribu. Sama seperti di darat, ketika student melakukan apresiasi, kita hadir,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu, Mohammad Tohari mengatakan, KPKS merupakan salah satu upaya untuk memantik potensi pelajar agar berkembang dan berprestasi.
“Kepulauan Seribu adalah gugusan benteng penjaga Jakarta, terbentang dari sisi utara di Pulau Sabira sampai ke selatan di Pulau Untung Jawa. Pulau Seribu tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan mutiara-mutiara yang insyaallah siap bersinar,” ujar Tohari.
Ia menuturkan, KPKS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang bagi pelajar untuk mempertemukan potensi, kesempatan berekspresi dan menghasilkan karya nyata.
“KPKS bukan sekadar seremoni. Ini merupakan ruang untuk mempertemukan potensi anak dengan kesempatan berekspresi dalam karya nyata,” katanya.
Tercatat, rangkaian KPKS 2026 diikuti lebih dari 600 pelajar bersama guru pendamping. Kegiatan meliputi Lomba Regu Prestasi (LRP) Penggalang, Kawah Kepemimpinan Pelajar, ruang seni siswa, Penjejak Badai, simulasi rescue, serta display dan olah sampah.
Melalui Penjejak Badai, para pelajar diajak memahami keterampilan bertahan hidup atau survival di alam sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penanaman mangrove di Pulau Karya.
“Anak-anak dilatih bagaimana menyiapkan diri dalam kondisi survive di alam. Mereka juga diajak mengenal dan mencintai lingkungan dengan menanam mangrove di Pulau Karya,” jelas Tohari.
Perhelatan KPKS 2026 juga menampilkan ruang seni siswa dari seluruh jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga SMA/SMK. Para peserta berasal dari berbagai pulau, mulai Pulau Sabira, Pulau Pramuka, Pulau Tidung hingga Pulau Untung Jawa.
Selain itu, kegiatan menghadirkan display dan olah sampah sebagai bentuk edukasi lingkungan bagi pelajar.
Menanggapi hal ini, Camat Kepulauan Seribu Utara, Yulihardi mengapresiasi konsistensi Sudin Pendidikan Kepulauan Seribu dalam menyelenggarakan KPKS. Ia mengatakan telah mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari basis pertama hingga basis ketiga.
"Pelaksanaan KPKS menjadi kesempatan penting bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas dan bakat yang dimiliki. Semoga ke depan adik-adik di sini seperti kata Pak Kasudin tadi menjadi penerus-penerus, menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan di Kepulauan Seribu ini,” kata Yulihardi.