Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kabupaten Kepulauan Seribu melakukan perawatan rutin terhadap tiga belas pintu air, yang tersebar di sejumlah titik di Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

Perawatan dilakukan melalui pemberian pelumas dan pengecatan, guna memastikan sarana pengelolaan air tetap berfungsi optimal.

Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Frans Agustinus Siahaan mengatakan, pemeliharaan dilakukan secara berkala sebagai upaya mencegah kerusakan mekanis dan korosi akibat tingginya paparan air laut.

“Perawatan ini meliputi pemberian pelumas pada tiga belas pintu air serta pengecatan di tiga titik lokasi. Tujuannya menjaga kelancaran fungsi dan memastikan mekanisme pintu air tetap bekerja optimal saat dibutuhkan,” ujar Frans, Selasa (01/09/2026).

Frans merinci, pemberian pelumas dilakukan pada pintu air di sejumlah lokasi, di antaranya Empang Kelurahan, Dermaga Barat, RPTRA Klanceng Putih, area dekat gazebo, Gudang Rebus Pak Samsuri, hingga Gudang Rebus Pak Nawawi.

Kemudian, perawatan juga dilakukan pada pintu air di Dermaga Timur, Gudang Rebus Ebi, Pantai Suryadi, Pantai Nelayan Jaring, Dermaga Peri, dan Gudang Rebus Pak Prana.

“Selain pelumasan, kami juga melakukan pengecatan pintu air di tiga lokasi sebagai bagian dari perlindungan fasilitas agar tidak cepat berkarat dan rusak,” terangnya.

Menurut Frans, kegiatan pemeliharaan tidak hanya terpusat di satu pulau, tetapi dilaksanakan secara bertahap di pulau-pulau permukiman lainnya di wilayah Kepulauan Seribu. Dengan perawatan yang konsisten, diharapkan seluruh sarana pengelolaan air memiliki usia pakai lebih lama dan selalu siap digunakan.

“Kami berharap melalui pemeliharaan rutin ini, seluruh pintu air selalu dalam kondisi siap siaga. Kami juga mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas yang ada agar tidak rusak dan lingkungan tetap terjaga dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Pulau Pari, Yusuf, mengapresiasi perawatan rutin yang dilakukan Sudin SDA Kepulauan Seribu. Menurutnya, pemeliharaan tersebut penting untuk memastikan fasilitas pengelolaan air di wilayah permukiman tetap berfungsi dengan baik.

“Kami mendukung kegiatan perawatan ini karena pintu air merupakan salah satu fasilitas penting bagi masyarakat. Kami juga mengajak warga bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang sudah tersedia agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” tuturnya.