Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, melaksanakan panen raya di RPTRA Nyiur Melambai dan RPTRA Arung Palakka.
Kegiatan panen tersebut menghasilkan 30 kilogram kangkung yang dibudidayakan secara hidroponik dan 18 kilogram cabai rawit menggunakan metode tabulampot.
Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah, mengatakan panen raya tersebut merupakan bentuk pemanfaatan lahan RPTRA secara produktif sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan budidaya pangan secara mandiri.
"Kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bahwa lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Adriansyah, Rabu (02/09/2026).
Menurutnya, keberadaan lahan produktif di RPTRA tidak hanya mendukung kegiatan penghijauan, tetapi juga dapat menghasilkan komoditas pangan yang bisa dimanfaatkan dan dipasarkan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kasi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Helena, mengapresiasi pengelola RPTRA yang telah memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan budidaya pangan.
"Panen ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan secara optimal dapat menghasilkan komoditas pangan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal dan mengembangkan budidaya tanaman," kata Helena.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan budidaya pangan di lingkungan masyarakat, termasuk melalui pendampingan dan penerapan metode yang sesuai dengan kondisi wilayah Kepulauan Seribu.
Hasil panen selanjutnya dipasarkan kepada masyarakat dengan harga terjangkau. Cabai rawit dijual Rp10 ribu per 100 gram, sedangkan kangkung Rp15 ribu per 200 gram.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan terbatas secara produktif serta mendukung penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu.