Sudin KPKP Kepulauan Seribu memberikan Sosialisasi Pembibitan Pohon Sukun kepada para pengunjung Stan Kabupaten Kepulauan Seribu di Pameran FLONA Tahun 2026.
Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya memperkenalkan potensi tanaman pangan lokal kepada masyarakat.
"Sebagai tanaman tropis, pohon sukun dapat tumbuh dengan baik di wilayah beriklim panas dan lembap. Tanaman ini umumnya berkembang optimal di dataran rendah dengan kondisi tanah yang subur serta sistem drainase yang memadai," kata Kasubbag Tata Usaha Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Kunto, Sabtu (05/09/2026).
Kunto menjelaskan, pohon sukun memiliki kemampuan beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan, termasuk kawasan pesisir. Potensi tersebut menjadikan sukun sebagai salah satu jenis tanaman yang relevan untuk dikembangkan di wilayah Kepulauan Seribu.
"Melalui kegiatan sosialisasi ini, para pengunjung diajak untuk mengenal lebih dekat proses pembibitan pohon sukun, mulai dari teknik perbanyakan hingga perawatannya. Selain itu, masyarakat juga diberikan informasi mengenai berbagai manfaat sukun sebagai tanaman yang memiliki nilai ekologis, nilai pangan, serta potensi ekonomi bagi masyarakat," jelasnya.
Buah sukun dapat diolah menjadi beragam produk pangan yang lezat dan bernilai jual, seperti keripik sukun, bolu sukun, kue lumpur sukun, getuk sukun, hingga kolak sukun.
"Keanekaragaman olahan tersebut menunjukkan bahwa sukun memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pangan alternatif sekaligus peluang usaha bagi masyarakat. Tidak hanya menghasilkan buah yang bermanfaat, pohon sukun juga dapat diperbanyak melalui metode vegetatif, salah satunya dengan teknik stek. Dengan metode tersebut, masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam memperbanyak, melestarikan, dan mengembangkan tanaman pangan lokal secara berkelanjutan," tutur Kunto.
Pameran FLONA 2026 sendiri berlangsung mulai 28 Agustus hingga 28 September 2026. Pada penyelenggaraan tahun ini, Stan Kabupaten Kepulauan Seribu mengusung konsep yang menggambarkan Jakarta sebagai ruang tumbuh yang mempertemukan keberagaman flora, fauna, dan kearifan lokal dari berbagai wilayah Indonesia.
Stan Kabupaten Kepulauan Seribu dirancang sebagai perjalanan visual dan ekologis yang menghadirkan pesona kepulauan, Maluku, dan Nusa Tenggara. Konsep tersebut ditampilkan melalui nuansa sabana kering, bentang alam semi-arid, vegetasi xerofit, serta lanskap kepulauan yang eksotis.
Selain menampilkan kekayaan alam, Pameran FLONA 2026 juga menghadirkan bursa flora dan fauna, kuliner, instalasi flora dan fauna, pameran, serta bazar.
Salah satu daya tarik Flona tahun ini adalah konsep enam zona ekoregion Nusantara yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal karakter dan kekayaan alam dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.