Gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Sabtu (12/09/2026) pagi, tidak menimbulkan dampak terhadap warga maupun bangunan.

Berdasarkan keterangan tertulis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Seribu dan hasil monitoring langsung di lapangan, kondisi wilayah terpantau aman, aktivitas masyarakat juga berjalan normal dan kondusif.

“Kondisi lapangan terpantau aman, tidak ada yang terdampak. Aktivitas warga berjalan kondusif,” demikian keterangan resmi BPBD Kepulauan Seribu.

BPBD Kepulauan Seribu juga melakukan pemantauan di enam kelurahan untuk mengetahui dampak getaran gempa. Hasil monitoring menunjukkan tidak ada kerusakan maupun warga yang terdampak.

Di Kelurahan Pulau Kelapa dan Kelurahan Pulau Harapan, tidak terdapat dampak gempa. Sementara di Kelurahan Pulau Panggang, sebagian warga dilaporkan merasakan getaran, namun tidak menimbulkan dampak.

Kondisi serupa terjadi di Kelurahan Pulau Tidung yang tidak mengalami dampak. Di Kelurahan Pulau Pari, warga sempat merasakan getaran selama sekitar lima detik. Sedangkan di Kelurahan Pulau Untung Jawa, sebagian warga merasakan getaran, tetapi tidak terdapat dampak terhadap lingkungan maupun bangunan.

BPBD Kepulauan Seribu memastikan akan terus memantau perkembangan informasi gempa yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD Provinsi DKI Jakarta.

Selain melakukan monitoring wilayah, petugas juga akan terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan gempa.

Sementara itu, Dekab Kepulauan Seribu Selatan, Munawar menegaskan, gempa tersebut tidak memberikan dampak berarti terhadap kondisi masyarakat maupun lingkungan di wilayahnya.

“Kondisi pulau masih aman. Tidak ada dampak terasa gempa. Jadi kebanyakan hampir semua warga pulau tidak merasakan gempa secara langsung. Justru mengetahui gempa dari informasi media. Jadi untuk wisatawan masih aman untuk berkunjung,” tegas Munawar.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Pulau Pari, Yusuf, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memantau kondisi pascagempa.

Koordinasi dilakukan bersama pengurus RT dan RW, TNI/Polri, serta unsur lainnya guna memastikan keamanan warga dan lingkungan.

“Saya langsung komunikasi dengan semua pihak, hasilnya kondisinya aman, warga tidak merasakan dampaknya dan kondisi lingkungan juga aman. Jadi Kepulauan Seribu aman untuk dikunjungi, khususnya Kelurahan Pulau Pari,” ujar Yusuf.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas masyarakat dan kegiatan wisata di Kepulauan Seribu tetap berjalan normal. Pemerintah daerah bersama petugas terkait juga terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi.