Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta memantau lingkungan budidaya periode Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.
Kegiatan yang berlangsung sejak 11-12 September menyambangi empat pulau berpenduduk, yakni Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Lancang, dan Pulau Untung Jawa.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan monitoring serta pengambilan sebanyak 19 sampel yang terdiri dari 14 sampel kualitas air dan 5 sampel ikan.
Plt Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Andi Dala Jemma mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari monitoring rutin untuk mendeteksi secara dini potensi penyakit ikan serta memastikan kondisi lingkungan budidaya tetap mendukung kegiatan perikanan masyarakat.
"Monitoring ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan ikan sekaligus kualitas lingkungan budidaya. Dengan deteksi dini, potensi gangguan terhadap usaha budidaya perikanan dapat segera diantisipasi," ujar Andi, Selasa (15/09/2026).
Menurutnya, pengendalian penyakit ikan dan pemantauan kualitas air penting dilakukan secara berkala mengingat kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya perikanan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP), serta Pengelolaan Balai Kesehatan Lingkungan (PBKL).
"Harapannya, kondisi ikan dan lingkungan budidaya dapat terus terjaga sehingga usaha perikanan masyarakat di Kepulauan Seribu dapat berlangsung secara sehat, produktif, dan berkelanjutan," tandasnya.