Sekkab Kepulauan Seribu, Tri Indrawan memimpin Upacara Peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA ke-81, yang diselenggarakan di Halaman Gedung Mitra Praja, Jakarta, Senin (21/09/2026).

Dalam upacara yang dihadiri sekitar dua ratus ASN Kabupaten Kepulauan Seribu, Sekkab Kepulauan Seribu, Tri Indrawan yang menjadi Inspektur Upacara (Irup) membacakan sambutan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Tri menyampaikan, Peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA ke-81 menjadi momentum untuk mengenang kembali sejarah perjuangan bangsa pada 19 September 1945. 

Saat itu, ribuan rakyat Indonesia berkumpul di Lapangan Ikada sebagai simbol keberanian, persatuan, dan tekad mempertahankan kedaulatan di tengah situasi kemerdekaan yang masih sangat muda.

"Hari ini perjuangan tersebut kita lanjutkan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai itulah yang terus mengiringi perjalanan Jakarta menuju usia 5 abad sebagai kota global dan pusat perekonomian yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh warganya," ujarnya.

Tri menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta terus memperluas akses pendidikan dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, hingga dukungan terhadap sekolah rakyat.

"Pembangunan rumah sakit berstandar internasional juga terus digenjot, salah satunya di lahan eks Rumah Sakit Sumber Waras guna memastikan tidak ada warga yang tertinggal," imbuhnya.

Tri menilai, pada sektor transportasi, layanan transportasi publik di Jakarta kini sudah mencapai 93 persen. Penguatan layanan tersebut turut didukung dengan kehadiran LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai yang diresmikan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Terkait cakupan layanan transportasi publik kini di Jakarta telah mencapai 93 persen, diperkuat dengan kehadiran LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai yang telah diresmikan oleh Presiden RI," ucapnya.

Tri menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta. Hal itu dilakukan antara lain dengan memperkuat budaya Betawi secara inklusif serta mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, seperti melalui Jakarta Film Commission.

"Semangat gotong royong juga terus dihidupkan melalui gerakan Jaga Jakarta dan Warga Jaga Warga. Gerakan tersebut mencakup upaya pemilahan sampah dari sumber melalui TPS3R, sekaligus langkah adaptif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketersediaan air," terangnya.