Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Seribu mengajak finalis Abang None (Abnon) Kepulauan Seribu 2026 untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya mendukung pariwisata berkelanjutan di Kepulauan Seribu.

Kepala Suku Dinas LH Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi, mengatakan, Kepulauan Seribu merupakan bagian penting dari masa depan pariwisata Jakarta. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan yang baik perlu menjadi perhatian bersama, khususnya di tengah meningkatnya aktivitas pariwisata.

"Kepulauan Seribu adalah masa depan Jakarta. Jadi, semua kegiatan pariwisata banyak ke Pulau Seribu, karena Pulau Seribu itu sama juga dengan pariwisata," ujar Hariadi, Selasa (22/09/2026).

Ia menambahkan, keindahan alam Kepulauan Seribu menjadi daya tarik wisata yang perlu dijaga melalui kebersihan lingkungan dan keterlibatan masyarakat.

"Kalau kita datang ke Pulau Seribu, foto apa pun, gaya apa pun, gaya tiduran juga cakep. Jadi, itu memang pariwisata auranya bagus. Tidak salah para Abnon datang ke Pulau Seribu," katanya.

Hariadi menjelaskan, kegiatan tersebut mengusung semangat Enjoy Waste Management, Enjoy the Tourism, Sustainable Island, yang mendorong masyarakat untuk menikmati proses pemilahan dan pengelolaan sampah sekaligus memperoleh manfaat dari hasil pengelolaannya.

"Pulau Seribu identik dengan pariwisata, pariwisata identik dengan kebersihan. Oleh karena itu, sudah dinilai Jakarta, Pulau Seribu memberikan satu tagline, mungkin Enjoy Waste Management," jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi lingkungan dengan menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan sampah. Ia menyebutkan, salah satu narasumber, Mas Jo, telah memiliki pengalaman hingga tingkat nasional.

Sementara itu, Wakil Camat Kepulauan Seribu Utara, Wahyudi, mengapresiasi keterlibatan Abnon 2026 dan berbagai unsur masyarakat dalam aksi nyata peduli lingkungan tersebut.

"Kegiatan pagi ini adalah aksi nyata. Kita lihat Abang None, ganteng-ganteng cantik-cantik semuanya luar biasa, Abang None 2026," tutur Wahyudi.

Wahyudi menekankan bahwa penampilan dan prestasi perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, masyarakat yang memiliki kepedulian lingkungan turut berkontribusi dalam menciptakan kawasan wisata yang bersih dan nyaman.

"Penampilan kita cantik, ganteng, smart, dan semuanya. Tapi kalau tidak ada nilai pedulinya, semuanya sirna. Kita lihat orang pakai mobil mewah, ganteng, cantik, enggak tahunya dia buang tisu dari jendela. Sudah, saya enggak lah," ungkapnya.

Ia berharap finalis Abnon 2026 dari Kabupaten Kepulauan Seribu dan lima wilayah kota lainnya dapat menjadi contoh dalam menjaga kebersihan serta membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Saya yakin Abang None 2026 dari Kabupaten Kepulauan Seribu dan juga lima wilayah kota lainnya, cantik, ganteng, semangat, dan juga peduli dengan lingkungan," tandasnya.