Sudin Kebudayaan Kepulauan Seribu tengah menyiapkan pengembangan sejarah lokal, yang menjadi perjalanan panjang wilayah Kepulauan Seribu.

Langkah ini diwujudkan Sudin Kebudayaan Kepulauan Seribu dengan menghadirkan Focus Group Discussion (FGD) Penulisan Sejarah Lokal, yang diselenggarakan di Luxury Inn Arion Hotel, Jakarta, Kamis (24/09/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Sudin Kebudayaan Kepulauan Seribu, Harry Dwirendra, akademisi, SKPD/UKPD terkait dan lainnya.

Nantinya hasil dari FGD Penulisan Sejarah Lokal akan dibuatkan buku oleh Sudin Kebudayaan Kepulauan Seribu, yang selanjutkan disebarluaskan untuk masyarakat.

“Kegiatan ini kelanjutan dari tahun 2023 terkait penulisan sejarah dari beberapa pulau, kali ini lanjutannya, tujuannya untuk melestarikan sejarah, cerita dan budaya lokal dari Kepulauan Seribu serta didokumentasikan dengan buku tertulis, untuk dihadirkan di perpustakaan dan akan didokumentasikan digital,” kata Harry Dwirendra.

Tercatat, Penulisan Sejarah Lokal ini didasari atas Keterbatasan Historiografi dan Keterbatasan Dokumentasi Lokal dengan subjek sejarah dari pengalaman masyarakat Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Harapan dan Pulau Untung Jawa, termasuk migrasi, permukiman, perikanan, pelayaran dan relasi dengan daratan Jakarta.

Penulisan Sejarah Lokal Kabupaten Kepulauan Seribu menggunakan pendekatan kajian yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat, antara lain Sejarah Lokal, Maritim, Arsip, Tradisi Lisan dan pengalaman masyarakat.

“Dalam penulisan ini kita melibatkan Lembaga Kebudayana Betawi, peneliti dari BRIN, dosen UNJ dan mahasiswa,” ucap Harry.

Harry berharap, melalui kegiatan ini masyarakat khususnya generasi muda Kepulauan Seribu bisa mengetahui dan tidak melupakan sejarah dan budaya di Kepulauan Seribu.