Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, mengunjugi dua pulau berpenduduk di wilayah Kepulauan Seribu, untuk melihat langsung pengembangan pariwisata, kebutuhan layanan dasar warga sekaligus pengelolaan lingkungan di kawasan kepulauan.
Tercatat, Wagub DKI Jakarta, Rano Karno didampingi Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan dan pejabat Pemprov DKI Jakarta mengunjungi Pulau Untung Jawa dan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.
Pada kunjungannya di Pulau Tidung, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno beserta rombongan mengunjungi SMK Negeri 61 Jakarta, Keramba Budidaya Ikan Kerapu dan Bawal Bintang, serta Jembatan Cinta.
"Saya bersyukur bisa ke Pulau Tidung melihat segala macam fasilitas dan mungkin juga kekurangan apa yang harus kita evaluasi. Kunjungan ini dalam rangka mematangkan pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu," kata Wagub Rano, Jumat (25/09/2026)
Sedangkan di Pulau Untung Jawa, Wagub DKI Jakarta, Rano Karno beserta rombongan meninjau fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan pos pengolahan sampah.
“Saya bersyukur bisa meninjau fasilitas yang ada, untuk melihat sarana yang kita miliki dan aspek apa saja yang perlu dievaluasi. Pembangunan tidak akan dapat berjalan optimal tanpa adanya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat di kedua pulau tersebut,” ujar Wagub Rano.
Wagub Rano mengatakan, kapasitas layanan air bersih perlu terus disesuaikan dengan pertumbuhan kebutuhan warga.
“Setelah ini, kami akan menggelar rapat terbatas untuk membahas masalah ketersediaan air bersih di Pulau Untung Jawa yang masih menjadi kendala. Fasilitas yang ada perlu ditingkatkan kapasitasnya karena seiring bertambahnya populasi warga, kebutuhan konsumsi air pun kian meningkat,” tuturnya.
Saat ini sekitar 170 rumah telah tercatat sebagai pelanggan PAM JAYA, sementara sekitar 310 rumah lainnya masih menunggu penyambungan jaringan perpipaan. Cakupan layanan perpipaan di Pulau Untung Jawa berada di kisaran 35 persen dan ditargetkan mencapai 100 persen pada 2029.
“Kunjungan lapangan hari ini merupakan bagian dari upaya belanja masalah untuk menginventarisasi kebutuhan mendasar kepulauan, dimulai dari pulau-pulau yang memiliki jumlah penduduk paling padat. Kita memiliki rencana strategis ke depan untuk memperbesar kapasitas sumber air baku yang bersumber dari laut,” jelas Wagub Rano.