Festival Bahari Laut digelar di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, dalam rangka penilaian Lomba Benyamin S Award Tahun 2026.
Kegiatan ini menampilkan beragam kearifan lokal, budaya masyarakat, hingga produk ekonomi kreatif sebagai upaya memperkuat daya tarik wisata dan perekonomian warga.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan, tradisi sedekah laut merupakan kearifan lokal yang harus terus dilestarikan dan diagendakan secara berkelanjutan.
"Sedekah laut ini adalah kearifan lokal yang luar biasa. Tentunya harus sama-sama kita agendakan dari tahun ke tahun untuk menjaga keselamatan kita semua sekaligus melestarikan tradisi yang sudah dilakukan sejak nenek moyang," ujar Fadjar, Minggu (04/10/2026).
Menurutnya, tradisi masyarakat dapat dikemas menjadi daya tarik wisata tanpa menghilangkan nilai dan akar budaya yang ada. Potensi laut, termasuk tradisi menghias kapal dan berbagai kegiatan masyarakat pesisir, juga dapat menjadi bagian dari atraksi wisata di Kepulauan Seribu.
"Kita akan sama-sama memperkuat kualitasnya. Tradisi yang ada mari kita lestarikan dan dikemas dengan sebaik-baiknya tanpa mengurangi akar budaya. Dengan begitu wisatawan bisa menikmati tradisi dan kearifan lokal yang ada," katanya.
Fadjar menilai, perkembangan pariwisata harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga harus terlibat sebagai pelaku ekonomi melalui homestay, kuliner, maupun produk olahan hasil laut.
"Harapannya wisatawan semakin banyak. Warga masyarakat jangan menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku ekonomi. Homestay diperbaiki dan dibersihkan, kuliner ditampilkan, termasuk olahan hasil tangkapan laut, sehingga ekonomi masyarakat juga semakin meningkat," tuturnya.
Ia menambahkan, peningkatan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata di Kepulauan Seribu. Karena itu, Kabupaten Kepulauan Seribu terus mendorong pengembangan transportasi laut, termasuk rencana penggunaan Transjakarta sebagai operator transportasi laut.
"Kami mohon dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh pihak untuk pengembangan transportasi laut menggunakan Transjakarta sebagai operatornya. Tidak menutup kemungkinan kapal-kapal tradisional juga dapat mendukung konektivitas," jelas Fadjar.
Terkait Lomba Benyamin S Award 2026, Fadjar berharap momentum tersebut dapat mendorong kelurahan untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya lokal di tengah modernisasi.
"Harapannya, kearifan lokal yang ada di Kepulauan Seribu terus dilestarikan. Nilai-nilai modernisasi tetap kita ciptakan, tetapi budaya yang ada jangan ditinggalkan. Kepulauan Seribu merupakan masa depan Jakarta yang harus dipersiapkan, baik dari sisi SDM maupun infrastrukturnya," ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin mengatakan, rangkaian Festival Bahari Laut berjalan lancar meski persiapannya dilakukan dalam waktu yang cukup singkat.
"Alhamdulillah rangkaian acara ini berjalan dengan lancar, dengan persiapan yang sangat singkat. Terima kasih kepada Pak Bupati dan seluruh stakeholder serta masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai inovasi ditampilkan dalam festival, mulai dari budaya masyarakat hingga beragam produk ekonomi kreatif. Hal tersebut dilakukan untuk menarik lebih banyak wisatawan datang ke wilayah Kelurahan Pulau Panggang.
"Beragam inovasi kami tampilkan, mulai dari budaya masyarakat dan beragam produk ekonomi kreatif. Ini semua untuk menarik wisatawan di wilayah Kelurahan Pulau Panggang," katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Kelurahan Pulau Panggang dalam Lomba Benyamin S Award 2026.
"Saya berharap semua ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya juga optimistis Kelurahan Pulau Panggang masuk dalam finalis dan kami ingin dewan juri datang langsung ke Pulau Panggang untuk melihat secara langsung keindahan pulau kami," tandasnya.