Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan menyambut positif pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kepulauan Seribu periode 2026–2031, yang berlangsung di Marina Batavia, Jakarta, Senin (05/10/2026).
Dalam pelantikan yang turut dihadiri Ketua Umum HIPPI DPD DKI Jakarta, Uchy Hardiman, ASN Kabupaten Kepulauan Seribu serta undangan lainnya, menetapkan Ayse Melissa Hamid sebagai Ketua DPC HIPPI Kepulauan Seribu periode 2026–2031.
Menurut Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, pelantikan kepengurusan baru HIPPI menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Kabupaten Kepulauan Seribu dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.
“Momentum ini tentunya menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara Pemkab dengan dunia usaha di Kepulauan Seribu,” ujar Fadjar.
Fadjar mengaku, pembangunan di Kepulauan Seribu tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah daerah. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki wilayah tersebut.
Fadjar menyebut Kepulauan Seribu memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perdagangan, hingga berbagai usaha berbasis potensi lokal.
“Potensi tersebut harus terus dikembangkan agar mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraannya,” katanya.
Ia menilai, HIPPI dapat menjadi salah satu mitra strategis Kabupaten Kepulauan Seribu dalam membangun perekonomian daerah melalui program dan kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Fadjar menjelaskan, ruang kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia usaha masih terbuka luas. Kerja sama tersebut antara lain dapat dilakukan melalui penguatan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, pengembangan investasi, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
“Kita ingin dunia usaha tidak hanya menjadi penggerak perekonomian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Seribu,” tuturnya.
Fadjar berharap kepengurusan baru DPC HIPPI Kepulauan Seribu dapat menjadi jembatan yang kuat antara dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas peluang usaha, memperkuat kerja sama, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dan kesempatan usaha baru.
“Selamat menjalankan amanah, selamat berkarya, dan semoga dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan dunia usaha, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Seribu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC HIPPI Kepulauan Seribu periode 2026–2031, Ayse Melissa Hamid, menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi pengusaha lokal, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Ayse, penguatan UMKM menjadi salah satu fokus utama HIPPI untuk menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin berkembang, termasuk percepatan digitalisasi.
“HIPPI hadir bukan sekadar sebagai wadah berkumpulnya para pengusaha, melainkan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Fokus utama kami ke depan adalah mendorong kemandirian ekonomi daerah, memperluas akses UMKM, serta mempercepat transformasi digital bagi seluruh anggota,” tegas Ayse.
Ia berharap HIPPI Kepulauan Seribu dapat menjadi wadah yang mampu memperkuat kapasitas pengusaha lokal sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan bersaing.