Sebagai upaya melestarikan ekosistem pesisir dan memitigasi dampak perubahan iklim, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melaksanakan program rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman 10.000 bibit mangrove.

Kegiatan pelestarian lingkungan ini dipusatkan di area Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara, dengan melibatkan Sudin KPKP Kepulauan Seribu  Sentra Penyuluh Kehutanan Pedesaan (SPKP) Kelompok Masyarakat Pegiat Mangrove (Alam Seribu) dan kelurahan setempat.

Dalam pelaksanaan program di lapangan bekerja sama dengan stakeholder setempat. Pihak SPKP memberikan pendampingan, sementara masyarakat lokal turun tangan langsung dalam proses penanaman bibit mangrove.

Plt Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Andi Dala Jemma, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) 

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan lingkungan Kepulauan Seribu. Mengingat mangrove memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya dalam menjaga dan melindungi garis pantai, tetapi juga sebagai habitat berbagai biota, penyerap karbon, serta mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan masyarakat,” kata Andi, Senin (05/10/2026).

Andri berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman saja, tetapi juga dilanjutkan dengan pemeliharaan, monitoring, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan sehingga mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Head of Communication Relations & CID PHE ONWJ Indra Darmawan menjelaskan, inisiatif ini merupakan implementasi langsung dari program Alam Seribu, yakni komitmen perusahaan yang fokus pada pelestarian ekosistem mangrove di wilayah Kepulauan Seribu.

"Kegiatan penanaman 10.000 pohon mangrove ini dilakukan guna mencegah terjadinya abrasi pantai sekaligus menjadi langkah konkret kami dalam mitigasi perubahan iklim. Selain fungsi ekologis dalam menjaga ekosistem mangrove, kami merancang program ini agar ke depannya dapat memberikan dampak ekonomi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat," ujar Indra Darmawan.

Lebih lanjut, Indra menegaskan bahwa ada nilai sosial kuat yang terbangun dari kegiatan ini, untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove di lingkungan sekitar.

"Kerja sama di lapangan menumbuhkan kembali rasa gotong royong antar masyarakat lokal. Ketika mereka terlibat langsung dari awal, secara otomatis rasa kepedulian dan kepemilikan mereka akan kelestarian ekosistem mangrove di tempat tinggalnya akan semakin meningkat," tutupnya.

Menanggapi hal ini, Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah mengaku, dukungan yang diberikan PHE ONWJ melalui penanaman bibit mangrove di Pulau Kelapa memberikan dampak bagi ekosistem dan meningkatkan pariwisata.

“Kami sangat berterima kasih kepada PHE ONWJ, karena 10.000 bibit mangrove ini adalah investasi jangka panjang untuk melindungi Pulau Kelapa dari abrasi dan perubahan iklim. Mangrove adalah benteng dan lumbung pangan bagi nelayan kami. Kami di Kelurahan bersama warga siap kawal dan rawat agar semua tumbuh dengan baik. Semoga kolaborasi baik ini terus berlanjut,” tambahnya.