Sebanyak 230 pelajar ikut memeriahkan Festival Pulau Tidung Bersinar bertajuk “Bersih, Indah, Nyaman, Aman, dan Ramah” yang digelar Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu di kawasan Jembatan Cinta, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kamis (08/10/2026).
Festival tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan karena dinilai memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkarya, berkreasi, sekaligus mengembangkan potensi di luar pembelajaran di ruang kelas.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Anak-anak perlu diberi ruang untuk berkarya, berkreasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya,” ujar Fadjar.
Menurutnya, keterbatasan wilayah kepulauan tidak boleh menjadi batas bagi anak-anak untuk memiliki cita-cita besar. Justru, pendidikan harus menjadi jembatan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan.
“Pulau boleh kecil, tetapi mimpi harus besar. Mari kita terus mendukung pendidikan berkualitas dan menumbuhkan generasi yang berkarakter, berprestasi, serta peduli terhadap lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, Festival Pulau Tidung Bersinar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari gerakan bersama untuk membangun budaya pendidikan yang lebih baik.
Ia menekankan bahwa menciptakan sekolah yang bersih dan sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan. Seluruh warga sekolah perlu memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan, termasuk melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah.
“Anak-anak perlu memahami bahwa sampah dapat dipilah, diolah, dimanfaatkan, bahkan memiliki nilai ekonomi,” tuturnya.
Selain persoalan lingkungan, Nahdiana juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Sekolah, kata dia, harus menjadi ruang yang terbebas dari kekerasan, perundungan, kriminalitas, maupun berbagai risiko yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.
“Setiap anak harus merasa diterima, dihargai, didampingi, dan dilindungi. Ketika kita menjaga anak-anak hari ini, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan Kepulauan Seribu dan Jakarta,” tegasnya.
Kegiatan yang diikuti sekitar 230 pelajar dari Pulau Tidung dan Pulau Payung dimeriahkan dengan beragam acara, antara lain pengukuhan Duta Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS) Cilik, pameran karya daur ulang, pentas seni, survei persepsi kenyamanan belajar siswa, hingga peluncuran gerakan literasi.
“Kami juga menghimpun gagasan dan mimpi anak-anak dalam buku antologi literasi bekerja sama dengan Kelompok Gerakan Literasi Jakarta. Dari pulau kecil ini, kami berkomitmen merawat mimpi besar anak-anak demi menyongsong masa depan Jakarta yang gemilang,” tandas Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Muhammad Tohari.