Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Culture Cinema (JCC), yang diselenggarakan di kawasan Jembatan Cinta, Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Sabtu (10/10/2026) malam.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan saat membuka kegiatan JCC yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta bersama Yayasan Kampung Sinema Budaya.

Menurutnya, JCC tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga ruang untuk memperkuat apresiasi budaya, mengembangkan kreativitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kepulauan Seribu.

“Saya mengapresiasi kegiatan JCC, karena kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat apresiasi budaya, mengembangkan kreativitas, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di Kepulauan Seribu,” kata Fadjar.

Ia menilai, Kepulauan Seribu memiliki kekayaan budaya, kearifan lokal, tradisi masyarakat pesisir, serta keindahan alam yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya berbagai karya kreatif, termasuk di bidang perfilman.

Fadjar menilai, budaya harus dijaga sebagai identitas masyarakat sekaligus dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Melalui kegiatan seperti ini, saya berharap semakin banyak generasi muda Kepulauan Seribu yang tertarik mengembangkan potensi di bidang seni, perfilman, fotografi, dan konten digital,” ujarnya.

Fadjar juga berharap Kepulauan Seribu tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari, tetapi mampu berkembang menjadi ruang tumbuhnya kreativitas, pusat kegiatan budaya, serta penggerak ekonomi kreatif masyarakat kepulauan.

Ia menambahkan, pengembangan sektor budaya dan ekonomi kreatif tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang maju, berbudaya, dan memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk berkembang.

Untuk itu, Fadjar mengajak seluruh pemangku kepentingan agar terus memperkuat kolaborasi, membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya, serta menjadikan budaya dan ekonomi kreatif sebagai bagian penting dari pembangunan Kepulauan Seribu.

“Dengan kolaborasi dan dukungan semua pihak, potensi budaya lokal dapat terus dikembangkan menjadi karya kreatif yang memiliki nilai tambah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.