Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Sampah Pesisir di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Kegiatan yang melibatkan sekitar lima puluh peserta dari Sudin LH, PPSU dan komunitas lingkungan berhasil mengolah sampah bambu menjadi karya instalasi seni bawah laut, guna mendukung konservasi sekaligus pariwisata bahari.
Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai guna sampah sekaligus mendorong masyarakat melihat limbah pesisir sebagai material yang dapat dimanfaatkan kembali.
“Bambu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kami olah melalui lokakarya perakitan menjadi instalasi seni bawah laut,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, instalasi berbentuk gerbang bambu tersebut mengusung konsep living underwater art. Selain menjadi karya seni, instalasi dirancang sebagai tempat berlindung dan berkumpulnya biota laut.
“Untuk menjaga keamanan lingkungan, bambu terlebih dahulu dipilah dan dibersihkan dari paku, kawat, serta residu anorganik yang menempel. Penempatan instalasi juga harus melalui kajian teknis dan pengujian keamanan material. Kami juga melakukan pemantauan ekologis secara berkala, untuk memastikan instalasi aman dan tidak mengganggu ekosistem perairan,” tutur Achmad.
Achmad berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan di wilayah lain dengan konsep berbeda. Upaya ini diharapkan tidak hanya membantu penanganan sampah pesisir, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi biru di Kepulauan Seribu.
"Mari bersama-sama menjaga kebersihan pesisir dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat demi kelestarian ekosistem laut dan pariwisata berkelanjutan,” tandasnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin, menyambut baik pemanfaatan sampah bambu menjadi instalasi seni bawah laut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, petugas kebersihan, dan komunitas lingkungan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan pesisir.
“Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan wisata bahari di Pulau Panggang,” tandasnya.