Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu, merampungkan perbaikan tanggul pemecah gelombang atau breakwater sepanjang 100 meter di perairan sisi timur Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

Kepala Seksi Pengamanan dan Pengembangan Pesisir Pantai Sudin SDA Kepulauan Seribu, Wahyu Maulana mengatakan, kerusakan tanggul terjadi akibat gelombang laut tinggi pada akhir Oktober. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah kubus masif penyusun tanggul bergeser hingga roboh.

“Perbaikan sepanjang 100 meter ini kami kerjakan secara bertahap sejak 28 Oktober dengan mengerahkan tujuh personel dan rampung kemarin,” ujarnya, Jumat (06/11/2026).

Wahyu menjelaskan, perbaikan dilakukan dengan menyusun kembali kubus masif yang roboh. Setelah itu, kubus diikat menggunakan tali pengikat khusus untuk memperkuat konstruksi agar lebih kokoh menghadapi hantaman gelombang.

Menurutnya, keberadaan breakwater sangat penting untuk menjaga ketahanan kawasan pesisir sekaligus meredam energi gelombang pasang agar tidak mengikis garis pantai dan mengancam permukiman warga.

“Perbaikan ini bagian dari pemeliharaan infrastruktur pesisir. Kami juga terus menggencarkan penanaman mangrove sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir secara alami,” katanya.

Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin, mengapresiasi kesigapan personel Pasukan Biru Sudin SDA Kepulauan Seribu yang bergerak cepat menangani kerusakan tanggul tersebut.

Menurutnya, keberadaan breakwater di sisi timur Pulau Panggang menjadi salah satu infrastruktur penting dalam melindungi permukiman warga dari ancaman abrasi dan limpasan air laut pasang atau rob.

“Respons cepat ini memberi rasa aman bagi masyarakat pesisir, terutama di tengah kondisi angin kencang beberapa hari lalu. Kami juga mengingatkan warga segera melapor jika menemukan kerusakan infrastruktur pengaman pantai,” tandasnya.