Warga Pulau Panggang Masih Lestarikan Tradisi Arak-Arakan Pengantin

Sudin Kominfotik Kab. Adm. Kepulauan 1000 | Senin, 24 Jul 2017 - 10:02:37 WIB | dibaca : 715 kali
 >Foto : Saeful Bahri
( Foto : Saeful Bahri)

Di era modern sekarang ini, masyarakat Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara hingga kini masih melestarikan tradisi arak-arakan pengantin pada acara pesta perkawinan maupun khitanan.

Lurah Pulau Panggang, Yulihardi menuturkan, tradisi arak-arakan pengantin merupakan warisan dari nenek moyang dan sudah turun-temurun dilakukan dari genari ke generasi.

“Biasanya arak-arakan pengantin sunat maupun perwakinan dilakasanakan sebelum pesta mulai pukul 16.00 WIB dan pukul 8.30 WIB menggunakan alat musik rabana,” ujar Yulihardi, Senin (24/07/2017).

Dikatakan Yulihardi, tujuannya arak-arakan untuk memperkenalkan dan memberitahukan ke seluruh masyarakat bahwa pasangan tersebut sudah menikah atau akan ada pesta.

“Kalau pasangan itu jalan berdua didepan umum tidak lagi ada fitnah. Karena, sudah halal. Tidak hanya di Pulau Pangang, tradisi arak-arakan pengantin juga masih ada di beberapa Pulau Permukiman," pungkasnya.

 

 


Reporter : Saeful Bahri
Editor      : Zaini Miftah

Share