Kabupaten Kepulauan Seribu Berkomitmen Menurunkan Angka Stunting


Kategori : Pemerintahan | Reporter : Petrus Ardianto | Editor : Petrus Ardianto | 23 Feb 2021 | Dilihat : 21


...

Kabupaten Kepulauan Seribu terus berkomitmen menurunkan angka stunting, demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi saat membuka kegiatan Review Kinerja Aksi Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2020 di Swiss Bel Inn Kemayoran, Jakarta, Selasa (23/02/2021), menurunkan angka stunting bukan hanya tugas Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu sendiri, tapi perlu ada kerja sama dari SKPD/UKPD lainnya.

“SKPD/UKPD harus berkerjasama menurunkan angka stunting hingga 0 persen, karena disinilah nilai keberhasilan Kabupaten Kepulauan Seribu,” kata Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi. 

Tercatat ada beberapa kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting yang dilakukan Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu, diantaranya orientasi komunikasi perubahan perilaku, orientasi kader kesehatan, orientasi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, orientasi strategi komunikasi untuk tenaga kesehatan, orientasi tata laksana gizi buruk untuk tenaga kesehatan, workshop pola asuh untuk kader dan tenaga kesehatan, orientasi Antenatal Care (ANC) untuk tenaga kesehatan, orientasi STBM stunting, orientasi pelayanan kespro calon pengantin, evaluasi EPPGBM, deklarasi ODF (Stop BAB Sembarangan), monitoring dan evaluasi capaian ASI Ekslusif, serta, orientasi pembina Posyandu.

Berdasarkan data dari Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu, pada akhir tahun 2020, jumlah persentase Stunting mengalami perubahan dikarenakan sejak bulan Juli 2020 Puskesmas memulai kegiatan penimbangan bertahap (Adaptasi Pandemi Covid-19). Sehingga ada perubahan persentase stunting yang semula 12,69 % (pada bulan februari 2020) menjadi 11,64 % di akhir tahun 2020.

“Tanpa evaluasi kita tidak bisa mengukur suatu kegiatan, dan kegiatan Review Kinerja Aksi Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2020 penting sekali dilakukan agar konvergensi stuting menurun,” ucap Junaedi.

Junaedi menilai, masalah stunting sudah dilakukan dan disiapkan dengan 8 rencana aksi, serta penyediaan fasilitas bagi masyarakat mulai dari segi lingkungan, kesediaan air, serta penyediaan gizi.

“Sarana dan prasarana jadi tolak ukur bagaimana gizi baik balita maupun dewasa terpenuhi, dan Kabupaten Kepulauan Seribu terus menyediakan semua fasilitas ini, termasuk menerapkan 8 rencana aksi, diantaranya analisa situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan Bupati tentang peran desa, pembinaan KPM, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting serta rencana aksi terakhir adalah review kinerja tahunan,” tambahnya.
 


Berita Terbaru