Tiket Masuk Pantai Pasir Perawan Pulau Pari Ilegal

Sudin Kominfotik Kab. Adm. Kepulauan 1000 | Selasa, 03 Jan 2017 - 23:22:03 WIB | dibaca : 756 kali
 >Foto : Saeful Bahri / Beritapulauseribu.com
( Foto : Saeful Bahri / Beritapulauseribu.com)

Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo mengatakan, akan menertibkan pungutan liar (Pungli) di pantai pasir perawan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan sebesar Rp 5 ribu perorang sebagai tiket masuk wisatawan.

"Sudah saya laporkan dan Kapolres Kepulauan Seribu juga sudah lihat langsung bahwa kondisi itu tidak dibenarkan, karena itu ilegal dan kita tinggal tunggu waktu yang tepat," ujar Budi, Selasa (03/01/2016).

Ia mengatakan, Pemkab akan coba berdialog, merapatkan untuk mengambil solusi. Sebab tugas pemerintah itu menyadarkan warganya. Dan wilayah publik itu tidak boleh ada pungutan sepeserpun.

"Retribusi atau penarikan itu harus ada persetujuan maupun regulasi agar itu legal sehingga larinya ke Kas Daerah," ungkapnya.

Ditambahkan Budi, memanfaatkan pantai itu boleh saja, kita persilahkan jika itu untuk kepentingan umum bukan kelompok pribadi.

 "Untuk berbisnis juga silahkan, tapi orang dikutip Rp 5 ribu itu tidak benar. Kedepan akan kita selesaikan," tandasnya.



Reporter : Saeful Bahri    
Editor     : Zaini Miftah

Share